PRESS ROOM

Workshop Extreme Doc for new Docnetters

Pada tanggal 6 – 11 Maret 2009 di DOCBASE DOCNET, diadakan Workshop seputar proses produksi Video Dokumenter. Sebanyak 15 anggota baru Docnetters mengikuti Workshop ini sesuai dengan minat mereka masing-masing. Rahmad baihaqi dan Robithoh Islami mencoba menekuni jalur penulisan script Dokumenter, yang langsung diberikan oleh Juslifar M. Junus.

Sementara Vetri, Yudha, Adhika, Donny, Hadi juga mengikuti Workshop Cameraman pada keesokan harinya pada Tanggal 7 Maret 2009.

Workshop Cameraman yang dimulai pada pukul 05.00 WIB ini, selain memberikan materi teoristik seputar karakter Camcorder sebagai salah satu ‘senjata’ yang paling dasar yang harus dipahami oleh para Docnetters, juga mengajak rekan-rekan docnetters langsung melakukan praktek tehnik dasar pengambilan dan pergerakan gambar melalui camcorder.

Para docnetters meskipun hanya berbekal camcorder, diyakinkan oleh Juslifar M. Junus, bahwa kelak skill dan pemahaman mereka bisa berguna terutama untuk merekam persoalan-persoalan penting yang bisa menjadi transformasi sosial dan menggerakkan perubahan positif untuk Kota Surabaya.

Workshop khusus Cameraman ini dilaksanakan selama 2 hari. Pada tanggal 9 Maret 2009, para docnetters baru ini mulai diterjunkan ke lapangan untuk menguji pemahaman mereka tentang materi yang diberikan selama Workshop.
Tidak tanggung-tanggung, mereka langsung diberi assignment merekam fenomena Pasar MAUT, sebuah pasar tradisional yang ada di atas rel kereta api yang masih aktif di daerah perbatasan antara Surabaya dan Sidoarjo, tepatnya di daerah Waru.

Mereka benar-benar ‘dilepas’ dan sengaja dibiarkan untuk berinteraksi dengan masyarakat pedagang di pasar tersebut sekaligus dirangsang untuk memunculkan self solution apabila ada hal-hal diluar dugaan yang muncul dalam lapangan.

Setiap selesai merekam gambar, mereka wajib melakukan report tentang apa kesulitan dan berbagi pengalaman bersama-sama di DOCBASE pada sore harinya. Juslifar M. Junus mendengarkan masukan-masukan dari mereka satu per satu secara seksama dan langsung memberikan assignment baru sebagai jawaban atas persoalan yang mereka alami. Metode ini dianggap cukup efektif untuk menghindari cara-cara dikte yang justru mengurangi integritas dan otoritas docnetters baru dalam menjalankan aktivitasnya.

Namun mereka pada Praktek hari ke 2, disertai Nanang Kurniawan dan Didik Haryanto sebagai docnetters senior yang membantu apabila mereka menemui hambatan yang bersifat teknis, seperti Tripot rusak atau camcorder tak berfungsi sebagaimana mestinya. Namun mereka diwanti-wanti sejak awal oleh Juslifar M. Junus untuk tidak campur tangan di wilayah kreatif dan inisiatif.

***

Workshop Video Dokumenter Sejarah Kota

Hare Kurniawan di Workshop Videografi Sejarah Kota Departemen Sejarah Universitas Airlangga

Hare Kurniawan di Workshop Videografi Sejarah Kota Departemen Sejarah Universitas Airlangga

November 2008 lalu, DoCNet (Documentary Networking) Surabaya yang dikomandani Juslifar M. Junus berkolaborasi dengan Tim Sejarawan Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya, membuat Video Presentasi Sejarah Universitas Airlangga yang berjudul Meretas Jalan Membangun Peradaban (Universitas Airlangga pada masa-masa awal 1954-1960an).

Video presentasi tersebut diputar di hadapan civitas akademika Universitas Airlangga pada acara RENUNGAN DAN ASAH-ASIH-ASUH UNTUK UNAIR BERKELAS DUNIA, 9 Nopember 2008 Jam 19.00 bertempat di Lt I Gedung rektorat Kampus C Universitas Airlangga.

Sambutan hangat dan respon positif audience mewarnai Video Showing malam itu , termasuk Prof.Dr. Fasich, APT (Rektor Universitas Airlangga) yang memprakarsai produksi Video Presentasi ini. Banyak pihak civitas akademika yang seakan mendapat surprise dari content yang ditampilkan. Bahkan, Aribowo, MA (Dekan Fakultas Ilmu Budaya UNAIR)- seperti banyak audience yang lain- baru mengetahui bahwa Universitas Airlangga di awal berdirinya, merupakan induk dari Fakultas Ilmu Pendidikan di Malang, dan Fakultas Sastra di UDAYANA.

Workshop Video Dokumenter ini merupakan tindak lanjut dari Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UNAIR, yang ingin ‘mempersenjatai’ para mahasiswanya terutama mahasiswa semester 5, dengan pengetahuan Video Dokumenter sebagai salah satu media untuk merepresentasikan hasil-hasil penelitian sejarah yang mereka lakukan.

Poster Workshop Documentary Video Sejarah Kota

Kendala yang ditemui saat merancang agenda Workshop Video Dokumenter ini adalah rentang waktu pelaksanaan yang dianggap masih sangat kurang, jika merujuk target yang ingin ditetapkan.

“Dua hari adalah tempo yang sangat terbatas, untuk bisa mengakomodasi elemen-elemen pengetahuan tentang Video Dokumenter, meski pada tataran sebagai sebuah pengantar sekalipun,” Demikian tandas Juslifar M. Junus (DoCNet). Namun demikian, ia sangat menghargai gagasan Tim Departemen Sejarah, dalam hal ini Ketua Laboratorium Sejarah, Sarkawi B.Husein, SS, M.Hum, yang ingin menerapkan cara pandang baru dalam memperlakukan output hasil penelitian sejarah.

Didik Haryanto sedang mengarahkan para peserta Workshop di ruang Editing

Didik Haryanto sedang mengarahkan para peserta Workshop di ruang Editing

Workshop yang rencananya diikuti oleh 43 mahasiswa semester 5 jurusan Sejarah Fakultas ilmu Budaya UNAIr itu, juga akan disemarakkan oleh kehadiran Dukut Imam Widodo yang menyempatkan waktu di sela-sela kesibukannya untuk memberikan materi.

mydc0210

Peserta Workshop terbagi menjadi kelompok-kelompok dan langsung mempraktekkan materi yang didapat.

Ke 43 peserta workshop dibagi menjadi 7 kelompok dan salah satu yang ditunjuk sebagai Cameraman harus mengikuti ColorBlind Test yang dilaksanakan pada 3 Desember 2008 di ruang laboratorium Sejarah. Test buta warna ini merupakan standart yang diberlakukan oleh tim DoCNeT sebagai salah satu kriteria Cameraman.

Peserta melakukan Briefing sebelum dan sesudah Shooting.

Peserta melakukan Briefing sebelum dan sesudah Shooting.

Pada 16-17 Desember 2008, workshop dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Sedangkan session untuk editing atau post production dijadwalkan mulai tanggal 18 hingga 20 Desember 2008.

Peserta Workshop menonton karya Video Dokumenter karya mereka.

Peserta Workshop menonton karya Video Dokumenter karya mereka.

Semua hasil karya peserta Workshop akan ditayangkan di Auditorium/Ruang sidang Fakultas Ilmu Budaya pada saat penutupan workshop. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.