Posted by: Juslifar M. Junus | 02/04/2009

Workshop Extreme Doc for new Docnetters

Workshop Extreme Doc for new Docnetters

Pada tanggal 6 – 11 Maret 2009 di DOCBASE DOCNET, diadakan Workshop seputar proses produksi Video Dokumenter. Sebanyak 15 anggota baru Docnetters mengikuti Workshop ini sesuai dengan minat mereka masing-masing. Rahmad baihaqi dan Robithoh Islami mencoba menekuni jalur penulisan script Dokumenter, yang langsung diberikan oleh Juslifar M. Junus.

Sementara Vetri, Yudha, Adhika, Donny, Hadi juga mengikuti Workshop Cameraman pada keesokan harinya pada Tanggal 7 Maret 2009.

Workshop Cameraman yang dimulai pada pukul 05.00 WIB ini, selain memberikan materi teoristik seputar karakter Camcorder sebagai salah satu ‘senjata’ yang paling dasar yang harus dipahami oleh para Docnetters, juga mengajak rekan-rekan docnetters langsung melakukan praktek tehnik dasar pengambilan dan pergerakan gambar melalui camcorder.

Para docnetters meskipun hanya berbekal camcorder, diyakinkan oleh Juslifar M. Junus, bahwa kelak skill dan pemahaman mereka bisa berguna terutama untuk merekam persoalan-persoalan penting yang bisa menjadi transformasi sosial dan menggerakkan perubahan positif untuk Kota Surabaya.

Workshop khusus Cameraman ini dilaksanakan selama 2 hari. Pada tanggal 9 Maret 2009, para docnetters baru ini mulai diterjunkan ke lapangan untuk menguji pemahaman mereka tentang materi yang diberikan selama Workshop.
Tidak tanggung-tanggung, mereka langsung diberi assignment merekam fenomena Pasar MAUT, sebuah pasar tradisional yang ada di atas rel kereta api yang masih aktif di daerah perbatasan antara Surabaya dan Sidoarjo, tepatnya di daerah Waru.

Mereka benar-benar ‘dilepas’ dan sengaja dibiarkan untuk berinteraksi dengan masyarakat pedagang di pasar tersebut sekaligus dirangsang untuk memunculkan self solution apabila ada hal-hal diluar dugaan yang muncul dalam lapangan.

Setiap selesai merekam gambar, mereka wajib melakukan report tentang apa kesulitan dan berbagi pengalaman bersama-sama di DOCBASE pada sore harinya. Juslifar M. Junus mendengarkan masukan-masukan dari mereka satu per satu secara seksama dan langsung memberikan assignment baru sebagai jawaban atas persoalan yang mereka alami. Metode ini dianggap cukup efektif untuk menghindari cara-cara dikte yang justru mengurangi integritas dan otoritas docnetters baru dalam menjalankan aktivitasnya.

Namun mereka pada Praktek hari ke 2, disertai Nanang Kurniawan dan Didik Haryanto sebagai docnetters senior yang membantu apabila mereka menemui hambatan yang bersifat teknis, seperti Tripot rusak atau camcorder tak berfungsi sebagaimana mestinya. Namun mereka diwanti-wanti sejak awal oleh Juslifar M. Junus untuk tidak campur tangan di wilayah kreatif dan inisiatif.

***


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.